Sinergi PPSDM Migas dan PT TGI Cetak SDM Unggul Industri Gas


Dilihat : 10 Kali | 02-07-2026 10:36:25

CEPU – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas di sektor energi. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan program pelatihan kerja sama dengan PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI) yang bertajuk Operational Apprentice Development Program. Program ini resmi dibuka di PPSDM Migas pada Rabu (1/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 28 Juli 2026 ini dirancang khusus untuk menempa calon tenaga teknik terbaik agar siap terjun ke industri gas nasional.

Subkoordinator Kerja Sama PPSDM Migas, Natalia Maharani, yang hadir mewakili Kepala PPSDM Migas, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi berkelanjutan ini.

"PPSDM Migas, sebagai Unit Satuan Kerja di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), memiliki tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi. Kami hadir sebagai jembatan bagi industri nasional untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan oleh PT TGI," ujar Natalia.

Lebih lanjut, Natalia mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan oleh PT TGI untuk mendidik generasi muda berbakat mereka melalui program magang (apprentice) ini. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan contoh nyata bagaimana dunia industri dan satuan kerja pemerintah yang berfokus pada pengembangan SDM, dapat berjalan beriringan.

"Di sinilah sinergi antara dunia industri dan PPSDM Migas dapat mencetak SDM unggul yang siap kerja, tangguh, dan memilik kesadaran tentang budaya keselamatan kerja yang tinggi," tuturnya.

Natalia menambahkan bahwa tantangan di lapangan saat ini semakin dinamis. Oleh karena itu, kesiapan mental dan keahlian pekerja menjadi penentu utama dalam keberhasilan operasional perusahaan.

"Di tengah dinamika teknologi dan tuntutan efisiensi operasional saat ini, keandalan fasilitas pipeline (jaringan pipa) dan stasiun kompresor tidak hanya bergantung pada kecanggihan mesin, melainkan pada kompetensi, kesigapan, dan mentalitas para personel lapangan yang mengoperasikannya," pungkas Natalia.

Melalui program apprentice yang berlangsung selama hampir satu bulan ini, para peserta diharapkan dapat menyerap ilmu teoritis dan praktis secara maksimal. Dengan demikian, mereka mampu berkontribusi langsung dalam menjaga keandalan operasional transportasi gas nasional yang aman dan efisien.