PEMBERIAN PAKET KONVERSI BBM KE BBG DARI KEMENTERIAN ESDM UNTUK KAPAL PENANGKAP IKAN BAGI NELAYAN SASARAN DI KABUPATEN TUBAN

Bertempat di kawasan Mangrove Center Tuban, 21 Oktober 2020, Kepala PPSDM Migas Wakhid Hasyim memberikan paket konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran di Kabupaten Tuban. 


Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) ini merupakan program kemitraan antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI. Anggaran kegiatan ini semula dialihkan untuk penanganan Covid-19, namun oleh Komisi VII DPR RI dimunculkan kembali sehingga dilakukan refocussing anggaran pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral karena program ini menyentuh langsung kepada masyarakat nelayan. 

Untuk diketahui, pada tahun 2016 - 2019, Pemerintah telah mendistribusikan 60.859 unit paket konversi di 93 Kabupaten/Kota. Pada tahun 2020, akan dilaksanakan pembagian 25.000 unit paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran di 42 kabupaten/kota. Sedangkan tahun 2021, direncanakan akan dibagikan sebanyak 28.000 unit paket konversi di 20 provinsi. 

Kabupaten Tuban sendiri merupakan salah satu wilayah yang selalu mendapatkan Program Konversi BBM ke BBG unuk Nelayan Sasaran. Mulai tahun 2016 telah dibagikan sebanyak 330 unit, kemudian pada tahun 2017 sebanyak 566 unit, pada tahun 2018 sebanyak 200 unit, dan pada tahun 2019 sebanyak 227 unit. Jadi total di Kabupaten Tuban telah dibagikan sebanyak 1.323 unit Paket Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran. Kemudian kegiatan di Kab. Tuban dilanjutkan pada tahun 2020 ini, direncanakan akan dibagian kembali sebanyak 117 unit. 

Wakhid Hasyim dalam sambutannya mengatakan, "Program konversi BBM ke BBG untuk kapal pengkap ikan bagi nelayan sasaran sungguh sangat memiliki makna bagi kemudahan akses energi dimana nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Namun ternyata kegiatan konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran ini berdampak pula pada perekonomian nelayan yaitu dapat mengurangi biaya melaut bagi nelayan sampi dengan 50.000 per hari. Pemberian paket dari pemerintah ini gratis untuk para nelayan dan kami harapkan nelayan memanfaatkan dan merawat dengan baik dan jangan diperjualbelikan karena ini merupakan bantuan pemerintah".

Sementara itu, Ratna Juwita Sari (Anggota Komisi VII DPR RI) dalam sambutannya menyampaikan, "Saya titip pesan menggaris bawahi tadi apa yang telah disampaikan Pak Wakhid bahwa mohon alat ini dijaga baik-baik, dimanfaatkan semaksimal mungkin karena kalau misalnya menggunakan alat baru ini terkadang temen-temen nelayan agak kurang sabar jangan-jangan ketika ada kendala langsung dijual saja. Jangan ya, Pak. Dirawat, kalau misal ga bisa, ditanyakan sehingga alat ini bisa beroperasi dengan baik dan tetep aman untuk bapak-bapak semua. Semoga sinergitas Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM senantiasa dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat".

Bupati Tuban, Fathul Huda dalam arahan untuk para nelayan menyampaikan, "Terima kasih sekali kepada Kementerian ESDM yang peduli pada nelayan, khususnya di Kabupaten Tuban dari tahun ke tahun selalu memberikan sumbangan. Harapan kami untuk tahun depan jika program Koversi BBM ke BBG dari Kementerian ESDM untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan telah tuntas, mohon dipikirkan juga kebutuhan nelayan yang lain, yaitu cold storage".


Acara diakhiri dengan foto bersama dan tinjauan ke kapal nelayan yang sudah terpasang mesin dengan konversi BBG.