PPSDM Migas Bekali UPN Veteran Yogyakarta Pelatihan Basic Sea Survival
Dilihat : 8 Kali | 18-09-2026 11:21:03
PPSDM MIGAS – Tantangan kerja di sektor lepas pantai (offshore) menuntut kesiapsiagaan fisik dan mental yang tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menggelar Pelatihan Basic Sea Survival bagi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta pada 16 hingga 17 September 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dirancang untuk memberikan pemahaman serta prosedur keselamatan kerja di wilayah perairan dan lepas pantai (offshore). Selama kegiatan, para peserta dibekali materi yang mencakup Dasar-Dasar Keselamatan di Laut, Teknik Bertahan Hidup di Laut, serta Pengenalan Peralatan Keselamatan Laut.
Tidak hanya menerima teori di dalam kelas, para peserta juga menjalani praktik lapangan secara langsung di fasilitas kolam pelatihan milik PPSDM Migas. Dalam sesi praktik tersebut, peserta berlatih menggunakan Inflatable Life Raft (Rakit Penyelamat Tiup) serta mengaplikasikan teknik formasi bertahan hidup kelompok (Huddle Position) untuk menghemat energi dan mempertahankan suhu tubuh saat berada di air.
Salah satu daya tarik utama dalam pelatihan ini adalah simulasi pendaratan darurat helikopter di atas air (ditching). PPSDM Migas memfasilitasi praktik tersebut menggunakan simulator khusus berupa modul kabin helikopter tiruan yang digantung pada sistem crane di tepi kolam. Saat simulasi berlangsung, kabin diturunkan dan diputar ke dalam air hingga posisi terbalik untuk melatih para peserta melepas sabuk pengaman, membuka jendela darurat, dan keluar dari kabin yang tenggelam secara aman tanpa panik.
Course Leader Pelatihan PPSDM Migas, Restu Anditomo, menegaskan pentingnya pemahaman keselamatan laut bagi para calon profesional di sektor industri migas.
"Pelatihan Basic Sea Survival ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan mental dan respons cepat para peserta ketika menghadapi situasi darurat di laut. Dengan adanya fasilitas simulator helikopter terbalik ini, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan simulasi riil cara menyelamatkan diri secara terukur dan tenang," ujar Restu Anditomo.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta memiliki kesadaran tinggi terhadap budaya keselamatan kerja (safety culture) sebelum terjun ke dunia industri migas yang penuh dengan dinamika dan risiko tinggi.

